Sunday, September 2, 2018

Untuk Apa Sensor di TV ?

Acara asian games sedang ramai diperbincangkan. Beberapa hari yang lalu gw sempet liat di twitter banyak yang berkomentar miring masalah sensor tv yang menayangkan acara asian games perlombaan voli pantai, yang mana dimainkan oleh seorang wanita yang mengenakan pakaian renang, yang mana beberapa bagian tubuhnya terlihat. Berikut ini yang beberapa kicauan yang membahas tentang sensor di acara asian games.












Komentar-komentar ini mengingatkan pada satu hal, mengenai pembahasan beberapa tahun lalu yang membuat para netizen berkomentar akan aturan yang dibuat oleh sebuah badan yang mengatur tayangan tv. Aturan-aturan ini muncul dikarenakan adanya aduan-aduan dari sebuah lembaga pemerhati sosial melakukan aduan terhadap banyaknya tayangan televisi yang belum layak untuk dikonsumsi oleh anak dibawah umur, dimana tayangan tersebut diduga bisa merusak moral generasi penerus bangsa. Sampai tayangan acara puteri indonesia semua wanita yang memakai kebaya disensor.

sekarang lo pikir deh emang liat cewe pake kebaya nafsu gitu. kadang ya ga habis pikir aja main sensor.

Kemudian yang paling anehnya tayangan anak sedang memeras susu sapi disensor juga.


ini paling aneh menurut gw, emang lu pada nafsu apa liat nenen sapi.

Selanjutnya, sizuka sedang pakai pakaian renang ikut juga disensor, padahal itu kartu loh. kenapa disensor ? dari sisi mana yang bikin mancing nafsu ?


Kemudian, bikini sendy ikut disensor juga, berarti acara binatang yang semuanya telanjang juga disensor dong ?


Diatas adalah sebagian kecil contoh sensor yang dilakukan televisi yang menurut gw aneh dan ga masuk akal.

Sepertinya aturan sensor ini ditanggapi belebihan oleh sebagian televisi, yang mana para penonton banyak yang menyalahi sebuah KPI akan sensor yang telah dibuat ditelevisi. nyatanya sensor itu dilakukan oleh pihak internal televisi yang mana KPI tidak melakukan sensor sama sekali. Tugas KPI hanya mengawasi sebuah acara agar tidak menyalahi aturan yang sebelumnya telah dibuat dan disepakati oleh pemerintah pusat. sumber ini yang gw dapat dari sebuah potongan wawancara KPI di metro tv. videonya ada dibawah ini.



Sensor tv seharusnya tidak dilakukan secara berlebihan, cukup dilakukan pada adegan yang bermuatan dewasa. Tidak cukup pihak TV atau penyedia konten dan KPI saja yang melakukan sensor tv, tetapi dari orang tua yang harus membatasi konten-konten acara yang layak dikonsumi oleh anak-anak. Jadi jangan di ratakan semua disensor begini. Gw sebagai penonton juga kurang begitu setuju dengan hal ini. Karena nonton tv dini seperti makan tanpa garam, yang mana acara televisi seakan kaku tidak bisa berkreasi dan berinovasi agar pilihan acara tontonan lebih bervariasi.

sumber :

https://www.hipwee.com/hiburan/sensor-kpi-emang-makin-absurd-aja-9-anak-muda-indonesia-ini-angkat-bicara/
diakses 02 september 2018

https://tirto.id/sensor-di-layar-tv-kita-menggambarkan-penonton-adalah-subjek-pasif-cHr7
diakses 02 september 2018




2 comments:

  1. menurutku sih klo itu emang sesuai kostumnya gak perlu di sensor, kan emang olahraga voly pantai, olahraga renang kostumnya bgtu... ya mgkin harus ada peraturan resminya dari KPI klo event olahraga harus disensor atau gak...

    ReplyDelete
  2. Makanya malas nonton TV lokal. Aturan KPI lebay, stasiun TV juga lebay. Penontonnya sok relijiyes.

    NatGeo adalah channel favorit saya. Sorry TV lokal, bye!


    Salam,
    jelajahlangkah.com

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...